Mahasiswa Magister Studi Agama-Agama FUPI UIN Sunan Kalijaga Ikuti Rangkaian Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Magelang, 31 Mei 2026 – Sejumlah mahasiswa Program Studi Magister Studi Agama-Agama (MSAA) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti rangkaian kegiatan perayaan Hari Raya Waisak yang diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur pada Minggu (31/5/2026). Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pengalaman akademik melalui observasi langsung terhadap praktik keagamaan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Selama kegiatan, mahasiswa berkesempatan menyaksikan berbagai rangkaian ritual dan perayaan Waisak yang diikuti oleh umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Interaksi langsung dengan peserta dan pengamat kegiatan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami dimensi ritual, simbolik, sosial, dan budaya yang melekat dalam tradisi keagamaan Buddha. Pengalaman ini menjadi pelengkap penting bagi kajian teoritis yang selama ini dipelajari di ruang kelas, terutama dalam memahami agama sebagai fenomena yang tidak hanya bersifat doktrinal, tetapi juga hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Sebagai mahasiswa yang mengkaji agama-agama, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan lintas tradisi memiliki nilai akademik yang sangat penting. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analisis terhadap ekspresi keberagamaan, memahami keragaman praktik keagamaan, serta mengidentifikasi hubungan antara ajaran agama dengan konteks sosial dan budaya yang melingkupinya. Pendekatan semacam ini sejalan dengan karakter studi agama-agama yang menempatkan pengalaman empiris sebagai salah satu sumber penting dalam memahami dinamika kehidupan beragama secara komprehensif.

Selain memperkaya wawasan akademik, keikutsertaan mahasiswa dalam rangkaian perayaan Waisak juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan menyaksikan secara langsung pelaksanaan ibadah dan tradisi umat agama lain, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya dialog, penghormatan, dan kerja sama antarumat beragama dalam kehidupan masyarakat yang plural. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan Magister Studi Agama-Agama yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga sensitivitas sosial dan kemampuan membangun harmoni di tengah keberagaman agama dan budaya.