Prodi Magister Studi Agama Agama Inisiasi Kegiatan Dialog Harmoni Antar Iman dalam Rangka World Interfaith Harmony Week 2025
Kegitan Diskusi secara Online
Yogyakarta, 1 Februari 2025 - Dalam rangka memperingati World Interfaith Harmony Week, Program Studi Magister Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga, Pusat Studi Agama & Perdamaian (PSAP) UKRIM, serta Komunitas Dialog Damai menggelar acara "Dialog Harmoni Antar Iman" dengan tema "Menjalin Harmoni: Etika dalam Interaksi Antar Iman". Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 1 Februari 2025, pukul 09.30 hingga 12.30 WIB.
Kegiatan ini menghadirkan dua sesi diskusi yang membahas etika dalam interaksi antar iman, baik di ranah digital maupun dalam dunia akademik. Sesi pertama bertajuk "Etika Interaksi Antar Iman dalam Dunia Digital & Media Sosial" menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Munawar Ahmad, M.Si. (UIN Sunan Kalijaga) dan Dr. Leonard Chrysostomos Epafras (Universitas Gadjah Mada). Diskusi pada sesi ini dimoderatori oleh Dr. Siti Khodijah Nurul Aula, M.Ag. (UIN Sunan Kalijaga). Para pembicara menyoroti pentingnya menjaga etika dalam berdialog lintas iman di media sosial serta dampak positif dan negatif dari interaksi digital dalam membangun keharmonisan beragama. Sesi kedua mengangkat tema "Kebebasan Akademik & Etika Studi Agama-Agama" yang menghadirkan Dr. Andreas Jonathan (Universitas Kristen Immanuel) dan Dr. Dian Nur Anna, M.A. (UIN Sunan Kalijaga) sebagai narasumber. Sesi ini dimoderatori oleh Binuko Edi Nugroho, M.Th. (Komunitas Dialog Damai). Para narasumber membahas bagaimana kebebasan akademik dalam studi agama-agama perlu diiringi dengan prinsip etika agar tidak menimbulkan ketegangan antar umat beragama.
Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, mahasiswa, serta pegiat dialog antar iman dari berbagai latar belakang. Diskusi yang berlangsung dinamis menunjukkan antusiasme peserta dalam membangun komunikasi yang harmonis di tengah keberagaman agama. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan pemahaman mengenai etika dalam interaksi antar iman semakin berkembang, baik di ruang digital maupun dalam kajian akademik, guna menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan damai. Acara "Dialog Harmoni Antar Iman" ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat persaudaraan antar umat beragama. Penyelenggara berharap bahwa kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang guna mempererat tali persaudaraan dan menjaga keberagaman dalam harmoni.