Merespon Konteks yang Dinamis, Prodi Magister Studi Agama-agama Lakukan Pemutakhiran Kurikulum

Dalam ranah Sosiologi Pengetahuan, ilmu merupakan rangkaian jejaring semesta makna dalam masyarakat manusia. Dengan ilmu, manusia bisa melakukan hal-hal yang tidak diperkirakan sebelumnya dalam berinteraksi dengan masyarakatnya. Meskipun demikian, ilmu tidak semata-mata berdasarkan pengalaman, tetapi ilmu perlu juga pengetahuan. Oleh karena itu, untuk dapat melakukan hal-hal yang jauh lebih bermakna maka ilmu meniscayakan pengetahuan, sehingga ilmu akan menjadi ilmu pengetahuan yang didasarkan pada bukti dan data yang empiris. Dengan asumsi dasar ini, maka ilmu pengetahuan akan menjadi landasan utama bagi terciptanya relasi antara manusia satu dengan lainnya, dan manusia dengan masyarakatnya, serta relasi manusia dengan makhluk Allah lainnya. Inilah dasar dari semesta makna tersebut.
Pemaknaan ilmu yang paling mendasar tentu dilakukan di dalam masyarakat secara umum, tetapi perkembangan ilmu pengetahuan lebih banyak dimatangkan di dunia pendidikan, dalam hal ini perguruan tinggi. Ilmu akan sangat berkembang di tingkat pendidikan tinggi, bila manajemen keilmuan juga berjalan dengan baik. Oleh karena itu, beberapa treatment harus dilakukan untuk mengelola ilmu menjadi semakin lebih baik dan lebih bermakna, dan inilah tanggung jawab utama lembaga pendidikan tinggi, baik di wilayah transformasi ilmu (pendidikan dan pengajaran), maupun wi wilayah aplikasi keilmuan (penelitian dan pengabdian pada masyarakat).
Sebagai salah satu wujud dari tanggungjawab istitusional tersebut, maka Prodi Magister Studi Agama-Agama (MSAA), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, melakukan kegiatan berupa penyelenggaraan workshop review/pemutakhiran kurikulum berbasis OBE. Hal ini dirasakan sangat urgen karena untuk merespon perkembangan zaman sekarang perlu instrumen kurikulum yang responsif. Manifestasi dari pengembangan itu di antaranya pengelompokkan bidang-bidang kajian dalam payung Studi Agama-Agama dan orientasi pada Studi Agama Terapan (SAT).
Kegiatan ini dilaksanakan di di Hotel Grand Artos Magelang pada tanggal hari Jum’at-Ahad, 18-20 November 2022. Kegitan ini kemudaian dilanjutkanan dengan sinkronisasi pada kegiatan Pemutakhiran Kurikulum tingkat fakultas yang diselenggarakan di Hotel Lor Inn Surakarta tanggal 25-27 November 2022.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai unsur internal dan eksternal. Dari unsur internal hadir Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Almakin, MA, unsur pimpinan Fakultas, Dr. Inayah Rohmaniyah (Dekan), Dr. Zuhri, M.Ag (Wakil Dekan I), Dr. Robby H. Abroro, M.Hum (Wakil Dekan II), dan Dr. Sofiyullah MZ., M.Ag (Wakil Dekan III). Kemudian dari unsur Prodi hadir Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag (Kaprodi) dan Khairullah Zikri, MAStRel (Sekprodi). Selanjutnya dari unsur Dosen hadir Dr. Alim Roswantoro, M.Ag., Dr. Moh Soehadha, M. Hum, sementara itu dari unsur pakar hadir Prof. Dr. Syafa’atun Almirzanah, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Sekar Ayu Aryani, M.A. Dari unsur mahasiswa hari Syafira Annisa, Ernah Dwi Cahyati; dari unsur alumni hadir Haetami, M.Ag dan Arafat Noor Abdillah, M.Ag. Kegiatan ini dihadiri pula unsur stakeholder yakni Dr. Syamsul Ma’arif, Siti Latifah, S.E., Isti Karyatun, S.IP, dan Ponijo. Hadir pula dari unsur pengguna lulusan adalah Pengurus FKUB Kota Yogyakarta dan Pengurus Baznas Yogyakarta. Kemudian dari unsur pakar kurikulum OBE hadir Dr. Leni Sophia Heliani dari LPM UGM. Selanjutnya dari Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) hadir Prof. Dr. Ahmad Muttaqin, M.A.
Terdapat tiga tujuan dari kegiatan ini, yakni (1) Tersusunnya desain kurikulum Prodi Magister Studi Agama-Agama berbasis OBE, (2) Terbentuknya model-model konsorsium keilmuan yang didasarkan pada pengelompokkan “major discipline” dan “minor discipline” di tingkat prodi. (3) Dirumuskannya pengelompokkan mata kuliah berdasarkan keahlian dosen-dosen Prodi SAA, Road Map Penelitian dan PkM.
Hasil akhir dari kegiatan ini adalah Dokumen Kurikulum MSAA tahun 2022 yang mempertimbangkan tiga hal, (1) Naskah Kurikulum Prodi Magister Studi Agama-Agama berbasis OBE yang siap disidangkan di Senat Fakultas. (2) Model-model konsorsium keilmuan yang didasarkan pada pengelompokkan “major discipline” dan “minor discipline” di tingkat prodi. (3) Rumusan pengelompokkan mata kuliah berdasarkan keahlian dosen-dosen Prodi SAA, Road Map Penelitian dan PkM.