Mahasiswa Magister Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga Ikuti Dialog Damai Kristen–Muslim Bahas Ujaran Kebencian dari Perspektif Sosial dan Teologis Bekerjasama dengan STT Indonesia Jakarta
Yogyakarta – Mahasiswa Program Magister Studi Agama-Agama (MSAA), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengikuti kegiatan Dialog Damai Mahasiswa S2 Kristen–Muslim bertajuk "Studi Kritis Ujaran Kebencian dalam Perspektif Sosial & Teologis" yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang dialog akademik bagi mahasiswa pascasarjana lintas agama untuk mendiskusikan fenomena ujaran kebencian yang masih marak terjadi di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dan religius. Melalui pendekatan sosial dan teologis, forum ini mendorong peserta untuk memahami akar persoalan sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun kehidupan bersama yang lebih damai dan inklusif.
Dialog menghadirkan dua pemantik, yaitu Dilham dari STT Indonesia Jakarta dan Mohammad Ali Tsabit dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keduanya mengajak peserta melihat ujaran kebencian tidak hanya sebagai persoalan komunikasi, tetapi juga sebagai tantangan moral, sosial, dan keagamaan yang memerlukan respons bersama dari kalangan akademisi, tokoh agama, serta masyarakat luas.
Dalam diskusi, peserta menyoroti bagaimana penyebaran ujaran kebencian, terutama melalui media digital, berpotensi memperkuat stereotip, memperlebar polarisasi, dan mengikis kepercayaan antarkelompok. Oleh karena itu, dialog lintas iman dipandang sebagai salah satu strategi efektif untuk membangun saling pengertian, mengembangkan empati, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian dan penghormatan terhadap keberagaman.
Keikutsertaan mahasiswa MSAA UIN Sunan Kalijaga dalam forum ini mencerminkan komitmen program studi dalam mendorong budaya akademik yang terbuka, kritis, dan kolaboratif. Sebagai disiplin yang mengkaji agama secara komparatif dan multidisipliner, Magister Studi Agama-Agama memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam berbagai forum ilmiah lintas agama sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik sekaligus pengabdian terhadap kehidupan masyarakat yang harmonis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis mengenai isu ujaran kebencian, tetapi juga mampu menjadi agen perdamaian yang mengedepankan dialog, toleransi, serta penghormatan terhadap martabat manusia di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Semangat kolaborasi antara mahasiswa Kristen dan Muslim menjadi bukti bahwa dialog merupakan jalan yang efektif dalam merawat persaudaraan, memperkuat moderasi beragama, dan membangun masa depan Indonesia yang lebih damai.