Prodi Magister Studi Agama-Agama Melakukan Perjanjian Kerja Sama, Kuliah Umum "Agama dan Politik" dan Bedah Buku "Handbook Analisis Kebijakan Publik dan Governance"
Kegiatan Kuliah Umum "Agama dan Politik" dan Bedah Buku "Handbook Analisis kebijakan Publik dan Governance"
Yogyakarta, Selasa, 6 Oktober 2026, Program Studi Magister Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Umum "Agama dan Politik" serta Bedah Buku Handbook Analisis Kebijakan Publik dan Governance: Merawat Kebijakan, Menguatkan Tata Kelola, Mewujudkan Kesejahteraan Bersama.Kegiatan berlangsung di Smart Room Lantai 2 FUPI dan terbuka bagi dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Sebelum acara Kuliah Umum ini, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga melakukan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama dengan FISIP Universitas Brawijaya dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian. Buku Handbook Analisis Kebijakan Publik dan Governance ini merupakan hasil kolaborasi mitra Universitas Brawijaya termasuk Prodi Magister Studi Agama-Agama.
Kuliah umum dan bedah buku ini menjadi ruang diskusi akademik yang mempertemukan para pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas bagaimana analisis kebijakan publik dan tata kelola dapat diarahkan pada upaya mewujudkan kesejahteraan bersama. Selain bedah buku, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Handbook Analisis Kebijakan Publik dan Governance.
Dekan FUPI UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Robby H. Abror, M.Hum., yang hadir sebagai Keynote Speaker, memberikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Ia menekankan bahwa kerja akademik, termasuk menulis dan menghasilkan karya ilmiah, merupakan bentuk tanggung jawab intelektual yang memiliki dimensi etis. Dalam konteks kebijakan publik, Prof. Robby mengingatkan pentingnya menjaga nilai keadilan dan kemanusiaan agar kebijakan tidak kehilangan orientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Buku setebal lebih dari 418 halaman ini disusun oleh sejumlah akademisi dan menyajikan pendekatan analisis kebijakan yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses, aktor, desain kebijakan, serta dimensi governance dan governability. Sebanyak 23 bab di dalamnya dikelompokkan ke dalam tiga bagian besar yang saling terkait, sehingga diharapkan dapat menjadi rujukan yang lebih memadai di tengah masih terbatasnya literatur analisis kebijakan publik berbahasa Indonesia.
Empat narasumber utama memberikan perspektif beragam.Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A. (Guru Besar FISIPOL Universitas Gadjah Mada) memaparkan proses kurasi naskah yang mengubah kumpulan tulisan menjadi sebuah handbook yang memiliki kerangka analitik yang lebih utuh dan terarah.Dr. M. Fauzi Said, M.Si. (Sekretaris Senat FISIP Universitas Brawijaya) mengangkat pentingnya asesmen sebagai templat berpikir dalam menganalisis kebijakan, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia.Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, M.Si. (Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya) menyoroti bahwa keberhasilan kebijakan sangat ditentukan oleh interaksi antara aktor, proses implementasi, dan desain kelembagaan, serta mengaitkannya dengan peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi yang berdampak sosial. Sesuai dengan tema "Agama dan Politik", Ketua Prodi Magister Studi Agama-Agama, Dr. Dian Nur Anna, M.A., membahas peran agency dalam analisis kebijakan dengan mengambil studi kasus respons Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terhadap pandemi Covid-19. Paparannya menegaskan bahwa organisasi masyarakat sipil juga memiliki kapasitas sebagai aktor penting dalam proses kebijakan publik.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum dan Bedah Buku ini, Prodi Magister Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga berupaya terus mengembangkan kajian yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan persoalan publik kontemporer. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat tradisi keilmuan yang dialogis, interdisipliner, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. (Fahmi Sabni Ramadhan)