Magister Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga Gelar International Muslim-Christian Academic Dialogue untuk Memperingati International Day of Peace 2026

Yogyakarta, 25 September 2026 — Program Studi Magister Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan International Muslim-Christian Academic Dialogue dalam rangka memperingati International Day of Peace (Hari Perdamaian Internasional) 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Jumat, 25 September 2026, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan dialog akademik internasional ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Magister Studi Agama-Agama FUPI UIN Sunan Kalijaga, Sekolah Tinggi Teologi, YIPC (Young Interfaith Peacemaker Community), dan ICRS Alumni Association. Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat dialog lintas agama, membangun pemahaman antarumat beragama, serta mengembangkan kontribusi akademik bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Dialog ini menghadirkan dua narasumber internasional, yaitu Dr. Michael R. Quinlan dari Baylor University, Amerika Serikat. Ia menjelaskan tentang Are We Investing in Peace or Only Talking About It dan Dr. Mowafg A. Masuwd dari University of Zawia, Libya menjelaskan tentang When Dialogue Fails: What Comes After interfaith Conversation?”. Kehadiran kedua akademisi tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mengenai relasi Muslim-Kristen, pentingnya dialog akademik lintas iman, serta berbagai upaya membangun perdamaian di tengah masyarakat yang beragam.

Mengusung semangat perdamaian, dialog ini menempatkan perjumpaan akademik Muslim-Kristen sebagai ruang untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan mengidentifikasi langkah-langkah konkret dalam merespons tantangan kehidupan bersama. Dialog lintas agama tidak hanya dipahami sebagai sarana untuk mengenal tradisi dan keyakinan yang berbeda, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan, menumbuhkan empati, dan mengembangkan tanggung jawab bersama terhadap persoalan kemanusiaan.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dan komunitas lintas iman dalam membangun budaya damai. Melalui pendekatan akademik yang terbuka dan dialogis, institusi pendidikan diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan perbedaan agama dan pandangan menjadi sumber pembelajaran, bukan alasan bagi munculnya prasangka dan konflik.

Bagi Program Studi Magister Studi Agama-Agama FUPI UIN Sunan Kalijaga, Dr. Dian Nur Anna menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi akademik dan mengembangkan kajian agama-agama yang relevan dengan tantangan global. Dialog Muslim-Kristen juga sejalan dengan pengembangan studi agama yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teoretis terhadap agama, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan berkeadilan.

Melalui International Muslim-Christian Academic Dialogue, seluruh pihak yang terlibat berharap terbangun jejaring akademik dan kerja sama lintas agama yang semakin kuat. Semangat perdamaian yang diusung dalam kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut dalam tindakan nyata yang mendukung penghormatan terhadap perbedaan, solidaritas kemanusiaan, dan kehidupan bersama yang harmonis.